“
PEMAHAMAN UMUM SAINS DAN KONSEP DASAR SAINS ’’
MAKALAH
Disusun
Oleh :
Yourma
Osnithia Wibowo (RRA1F116020)
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
JURUSAN ILMU
PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
AGUSTUS 2017
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukurkita
ucapkan ke hadirat Allah SWT, karena hanya atas berkah dan rahmat serat
ridha-Nya semata, buku yang berjudul PEMAHAMAN UMUM SAINS DAN KONSEP
DASAR SAINS terselesaikan.
Puji dan syukur
kita panjatkan atas Kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunia-NYA serta kesempatan kepada kita semua, terutama kepada penulis,
sehingga makalah yang berjudul “PEMAHAMAN UMUM SAINS DAN KONSEP
DASAR SAINS” dapat terselesaikan, penulisan makalah ini bertujuan untuk
memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh Dosen mata kuliah Pengenalan sains untuk anak usia dini, Ibu Dra. Kasmiati, M.P.d.
Makalah ini berisikan tentang
informasi mengenai PEMAHAMAN UMUM SAINS DAN KONSEP
DASAR SAINS, terutama untuk para maha siswa, dosen dan masyarakat. agar
dapat mencetak generasi yang berkarakter tinggi dan berakhlak mulia, serta
pendidikan dapat menghilangkan penderitaan rakyat dari kebodohan dan
ketertinggalan..
Kami menyadari, tulisan dalam makalah ini masih sangat jauh dari
kesempurnaan, karenanya kepada pembaca yang budiman kritik dan saran pemikiran
yang konstruktif yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk revisi makalah
ini selanjutnya. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi usaha kita dan memberkahi
makalah ini sehingga bermanfaat. Aamiin
Jambi,
13 Agustus 2017
Penulis
i
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar.................................................................................................................. i
Daftar
Isi............................................................................................................................ ii
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang................................................................................................... .... 1-3
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................. .... 3
1.3 Tujuan dan Manfaat........................................................................................... .... 3
Bab II
Pembahasan
2.1 Pemahaman umum sains dan
konsep dasar sains............................................... .... 4-6
2.2 Tujuan pengembangan
pembelajaran sains di PAUD............................................. 6-7
2.3 Pentingnya pembelajaran
sains untuk anak usia dini......................................... .... 8-9
2.4 Pengajaran sains yang dapat
dikembangkan melalui sains sebagai produk, sains sebagai proses, sains sebagai
sikap..................................................................................................................................... 10-12
2.5 Acuan dalam pembelajaran
sains............................................................................ 12-13
Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan............................................................................................................. 14
3.2 Saran.................................................................................................................. .... 14
Daftar
Pustaka................................................................................................................... 15
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Pengetahuan
adalah segala hal yang diketahui, baik tampak maupun tidak tampak oleh mata
manusia. Arah proses ini tidak dapat ditentukan dengan pasti karena banyak
sekali kemungkinan interaksi. Pada dasarnya
setiap aktivitas dalam kegiatan ini mempunyai potensi berpikir dan
berkembang kearah tertentu tergantung potensi masing-masing dan juga tergantung
pada lingkungan masing-masing.
Ilmu
adalah pengetahuan yang dibuatkan sistematiknya, ilmu pengetahuan mempunyai emapat
ciri yaitu : objektif, metodologis, sistematis, universal. Sains
(inggris: scinece) berasal dari kata latin “scientia” yang berarti (1)
pengetahuan tentang, atau tahu tentang; (2) pengetahuan, pengertian, faham yang
benar dan mendalam. Ilmu merujuk ke: (1) studi sistematis (systematical study),
(2) tubuh pengetahuan yang terorganisasi (the organized body of knowledge), dan (3) pengetahuan teoritis
(theoretical knowledge). Dikutip dalam (
Wonorohardjo Surjani : 11 ).
Secara
umum ilmu pengetahuan alam mempunyai ciri khas yang berbeda dengan ilmu
pengetahuan lainnya. Kebanyakan ilmu pengetahuan alam di dapat secara empiris,
yakni pengamatan langsung di alam. Sains atau ilmu pengetahuan alam adalah
sekumpulan pengetahuan yang diperoleh melalui metode tertentu. Proses pencarian
ini telah diuji kebenaranya secara bersama-sama oleh beberapa ahli sains dan
pemirsanya. Dikutip dalam ( Wonorohardjo Surjani : 12 ).
Menurut
James Conant dikutip dari (Pengembangan Pembelajaran Sains Pada Anak Usia Dini,
Nugraha Ali: 3) mendefinisikan sains sebagai suatu deretan konsep serta skema
konseptual yang berhubungan satu sama lain, yang tumbuh sebagai hasil
serangkaian percobaaan dan pengamatan seta dapat diamati dan diuji coba lebih
lanjut.
Menurut
Abu Ahmadi :1991 dikutip dari (Nugraha Ali: 4 degan judul Pengembangan
Pembelajaran Sains Pada Anak Usia Dini) memberikan pengertian sains sebagai
ilmu teoritis yang didasarkan atas pengamatan, percobaan-percobaaan terhadap
gejala alam berupa makrokosmos (alam semesta) dan mikrokosmos (isi alam semesta
yang lebih terbatas, khususnya tentang manusia dan sifat-sifatnya).
Jadi
kesimpulan dari uraian diatas pemahaman umum sains dan konsep dasar sains
adalah sains dapat dipandang baik sebagai suatu penguasaan proses, maupun hasil
atau produk sains serta program yang memfasilitasi pengembangan sikap-sikap
sains. Sains (science) adalah pengetahuan alam yang terstruktur. Sains akan
berkembang lebih mendalam kerena manusia senantiasa mengetahui hal-hal baru di
alam dan menganalisisnya dalam kaidah-kaidah ilmiah dan universal.
Tujuan mendasar dari pendidikan sains
adalah untuk dapat mengembangkan individu agar dapat melek terhadap ruang
lingkup sains itu sendiri serta mampu menggunakan aspek-aspek fundamentalnya
dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Jadi harus fokus terhadap pada
program pengembangan pembelajaran sains hendaklah ditujukan untuk memupuk
pemahaman, minat dan penghargaan anak didik terhadap dunia di mana mereka
hidup.
Jadi pada tahap perkembangan anak usia
dini pentingnya pembelajaran sains untuk anak usia dini memfokuskan anak agar
anak dapat memecahkan permasalahan dalam sains maupun di dalam kehidupan
sehari-hari, anak dapat dilatih untuk gigih dan tekun dalam menghadapi berbagai
kesulitan, dapat meningkatkan dan mendewasakan pertimbangan dalam menempuh
jalan kehidupan. Oleh karena itu tujuan dari pendidikan sains hendaklah
diarahkan pada penguasaan konsep dan dimensi-dimensinya, sehingga terbangun
dari kesadaran akan kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta alam itu sendiri, yang
ciptaannya kita pelajari selama ini.
Orang dapat dikatakan menguasai sains
apabila cara kerja dia dalam mengenal, menggali dan mengungkap segala sesuatu
yang terkait dengan alam ini serta segala permasalahannya yang mengikuti proses
ilmiah dengan kata lain mengungkap metode ilmiah ( scientific method ). Contohnya adalah anak dapat diperkenalkan
secara bertahap tentang prosedur dan teknik yang benar dalam mengenal alam dan
fenomenanya secara sederhana seperti proses mengamati, menggolongkan, mengukur,
menguraikan, menjelaskan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan penting tentang
alam, merumuskan problem, merumuskan hipotesis, merancang penyelidikan termasuk
eksperimen-eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data-data.
Bermain sambil belajar adalah kegiatan
yang dilakukan dengan atau tanpa menggunakan alat yang menghasilkan informasi,
memberi kesenangan, maupun mengembangkan imajinasi anak dan menyebabkan
terjadinya perubahan perilku yang terjadi akibat interaksi antara individu
dengan lingkungannya. Sains mengkaji fenomena alam yang terjadi dalam kehidupan
sehari-hari. Mengenalkan sains kepada anak dapat dilakukan dengan mengamati dan
menyelidiki fenomena di lingkungan sekitar. Anak juga dapat diajak belajar
sains melalui permainan dengan berbagai macam benda, misalnya air, kertas,
tanah liat, daun-daunan, dan pohon sekitar sekolah dan sebagainya yg aman bagi
anak.
1.2.
Rumusan Masalah
1. Apa pemahaman umum sains dan konsep dasar sains ?
2. Apa tujuan pengembangan pembelajaran sains di PAUD
?
3. Apakah pentingnya pembelajaran sains untuk anak
usia dini ?
4. Bagaimana pengajaran sains yang dapat dikembangkan
melalui sains sebagai produk, sains sebagai proses, sains sebagai sikap ?
5. Bagaimana acuan dalam pembelajaran sains ?
1.3 Tujuan
1. Agar dapat pemahaman umum sains dan konsep dasar
sains.
2. Agar mengetahui tujuan pengembangan pembelajaran
sains di PAUD.
3.
Agar dapat mengetahui pentingnya pembelajaran sains untuk anak usia dini.
4. Agar dapat mengetahui pengajaran sains yang dapat
dikembangkan melalui sains sebagai produk, sains sebagai proses, sains sebagai
sikap.
5. Agar dapat mengetahui acuan dalam pembelajaran
sains.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pemahaman Umum Sains dan Konsep
Dasar Sains
Sains
(inggris: scinece) berasal dari kata latin “scientia” yang berarti (1)
pengetahuan tentang, atau tahu tentang; (2) pengetahuan, pengertian, faham yang
benar dan mendalam. Ilmu merujuk ke: (1) studi sistematis (systematical study),
(2) tubuh pengetahuan yang terorganisasi (the organized body of knowledge), dan (3) pengetahuan teoritis
(theoretical knowledge). Dikutip dalam
Surjani Wonorohardjo ( 2011 : 11 )
Biasanya
sains atau ilmu mempunyai makna yang merujuk ke pengetahuan yang berada dalam
sistem berpikir dan konsep teoritis dalam sistem tersebut, yang mencakup segala
macam pengetahuan mengenai apa saja. Dalam perkembangannya sains digunakan
merujuk ke pengetahuan mengenai alam dan mempunyai objek alam dan gejala-gejala
alam yang sering digolongkan sebagai ilmu
alam (natural science).
Alam
mengandung banyak sekali hal yang menarik untuk dikaji. Sejak awalnya manusia
berhadapan dengan alam. Manusia purba menyesuaikan diri dengan alam, berlindung
di gua-gua, mengantisipasi perubahan-perubahan musim, makan apa yang disediakan
alam. Pengetahuan manusia berkembang, kemajuan tampak jelas karena manusia
menggunakan akal budinya. Dikutip dalam Surjani Wonorohardjo ( 2011 : 1 ).
Menurut
para ahli secara konseptual terdapat sejumlah pengertian dan batasan sains yang
dikemukakan oleh para ahli. Menurut Amien dikutip dari Ali Nugraha ( 2008 : 3)
mendefinisiskan sains sebagai bidang ilmu alamiah dengan ruang lingkup zat dan
energy, baik terdapat pada makhluk hidup maupun tak hidup lebih banyak
mendiskusikan tentang alam (natural
science) seperti fisika, kimia dan biologi.
Menurut
James Conant dikutip Ali Nugraha ( 2008 : 3) mendefinisikan sains sebagai suatu
deretan konsep serta skema konseptual yang berhubungan satu sama lain, yang
tumbuh sebagai hasil serangkaian percobaaan dan pengamatan seta dapat diamati
dan diuji coba lebih lanjut.
Menurut
Abu Ahmadi :1991 dikutip dari Ali Nugraha ( 2005 : 4 ) memberikan pengertian
sains sebagai ilmu teoritis yang didasarkan atas pengamatan,
percobaan-percobaaan terhadap gejala alam berupa makrokosmos (alam semesta) dan
mikrokosmos (isi alam semesta yang lebih terbatas, khususnya tentang manusia
dan sifat-sifatnya).
Dengan
demikian dapat ditegaskan bahwa sains itu bukan hanya pengetahuan ilmiah,
tetapi juga sebagai human interprise (media
penggali keuntungan dari alam) yang melibatkan operasional mental, keterampilan
dan strategi, dan sebagainya yang dirancang manusia untuk menemukan jagat raya
dan segala isinya yang tentunya dipruntukan bagi pemenuhan segala kebutuhan dan
keperluan hidup manusia di dunia.
Jadi
kesimpulan dari uraian diatas pemahaman umum sains dan konsep dasar sains
adalah sains dapat dipandang baik sebagai suatu penguasaan proses, maupun hasil
atau produk sains serta program yang memfasilitasi pengembangan sikap-sikap
sains. Sains (science) adalah pengetahuan alam yang terstruktur. Sains akan
berkembang lebih mendalam kerena manusia senantiasa mengetahui hal-hal baru di
alam dan menganalisisnya dalam kaidah-kaidah ilmiah dan universal.
Dengan
memahami pemahaman umum sains dan konsep dasar sains kita dapat mengembangkan
pembelajarn sains untuk anak, termasuk bidang pengembangan lainnya memiliki
peranan yang sangat penting dalam membantu meletakkan dasar kemampuan dan
pembentukan sumber daya manusia yang lebih baik.
Peggy
ashbrook ( 2003 ) dikutip dari Dwi Yulianti ( 2010 : 18 ) berpendapat jika kita
ingin anak-anak kita mempunyai kinerja yang baik disekolah lanjutan, maka anak
usia dini hendaknya dibiasakan bereksperimen sains untuk kehidupan selanjutnya.
Oleh karena itu perlu diberikan dorongan atau stimulus untuk mendapatkan lebih
banyak pengalaman sains sehingga anak mendapatkan suatu respon yang baik untuk
memahami konsep dasar sains yang sesuai dengan tahap perkembangan usianya.
Kesadaran
pentingnya pembekalan sains pada anak akan semakin tinggi apabila menyadari
bahwa kita hidup di dalam dunia yang dinamis. Anak-anak sebagai generasi yang
dipersiapkan untuk mengisi masa depan yang diduga semakin rumit, pembekalan
sains bagi mereka menjadi mutlak, sehingga sains pada diri mereka muncul
sebagai suatu cara untuk mencari kebenaran dalam kehidupannya kelak. Agar
pembekalan sains pada anak dapat berjalan optimal, pembekalan sains betul-betul
harus dipahami secara benar, lebih-lebih yang dikaitkan dengan karakteristik
anak usia dini sebagai subyeknya.
2.2 Tujuan Pengembangan Pembelajaran
Sains di PAUD
Salah
satu langkah yang signifikan dan strategis, untuk dapat memberikan pembekalan
yang optimal pada anak adalah didahului dengan memahami karekteristik dan
tujuan pendidikan pembelajaran yang akan diterapkan pada pendidikan anak usia
dini, termasuk dalam bidang pengembangan pembelajaran sains untuk pendidikan
anak usia dini.
a.
Pentingnya
tujuan dalam pembelajaran sains
Dikutip
dalam Ali Nugraha ( 2005 : 24 ) setiap bidang pengembangan pembelajaran dalam
khasanah pendidikan harus memiliki arah dan tujuan yang jelas yang menempatkan
pada setiap bidang pengembangan pembelajaran dalam pendidikan anak usia dini,
termasuk dalam bidang pembelajaran sains. Sehingga dalam menentukan dalam
tingkat ketercapaian dan keberhasilan dari suatu program pembelajaran yang
dikembangkan dan dilaksanakan.
Jadi
dalam suatu tujuan yang dianggap terstandar dan memiliki karakteristik yang
ideal, apabila tujuan yang dirumuskan memiliki tingkat ketepatan (validity), kebermakaan (meaningfulness), fungsional dan
relevansi yang tinggi dengan kebutuhan serta karakteristik sasaran. Tujuan yang
dikembangkan hendaklah dapat diamati dan dinilai secara mudah, sederhana dan
praktis.
Dalam
pengembangan pembelajaran sains terkait dengan fenomena-fenomena realitas sains
yang ada dan terjadi selama ini. Sains sebagai salah satu alat pengungkap
keberadaan dan rahasia alam raya dan
isinya atau sebagai salah satu sarana mencapai tujuan hidup manusia sangat
penting untuk dipahami dan dikuasai. Tujuan dalam suatu program menjadi suatu
keharusan keharusan, apabila pendidikan dan pembelajaran sains dipandang
sebagai suatu proses dan dinamika yang terus menerus berkesinambung dan
terpadu.
Oleh
karena itu keyakinan dasar yang perlu dibina adalah jika sains diterapkan
secara baik, maka ia akan menjadi sesuatu yang menjanjikan dalam kehidupan
setiap orang. Sebaliknya jika sains tidak diterpkan dan tidak dikelola secara
baik, kemungkina sains itu justru akan menjadi suatu bencana dan malapetaka
bagi seseorang ataupun sekelompok orang secara luas.
Dalam
Dwi Yulianti ( 2010 : 15 ) perkembangan anak pada pendidikan anak usia dini
atau anak dalam fase praoperasional dapat dikenali dengan dengan kemampuan anak
untuk melakukan kegiatan respresentasi mental, yaitu kemampuan untuk
menghadirkan benda, objek, atau orang dan peristiwa secara mental.
Ini
berarti anak mempunyai kemampuan untuk membayangkan benda, objek, atau orang
dan peristiwa di dalam pikirannya. Anak dapat meniru terhadap pengamatan objek
yang dilihat oleh anak. Oleh karena itu dalam penerapan materi sains untuk di
pendidikan anak usia dini kita dapat mengenalkan berbagai konsep-konsep dasar
sains yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari, sehingga anak dapat mengenal
konsep-konsep sains yang sederhana yang sesuai dengan tahap perkembangan anak
usia dini.
b.
Tujuan
pengembangan pembelajaran sains pada anak usia dini
Tujuan pengembangan sains sejalan dengan
tujuan kurikulum yang ada di sekolah, yaitu mengembangkan anak secara utuh baik
pikirannya, hatinya maupun jasmaninya. Atau mengembangkan intelektual,
emosional dan fisik-jasmani, atau aspek (domain
) kognitif, afektif dan psikomotor anak (Abruscato,1982) dikutip dalam Ali
Nugraha ( 2008 : 24 ).
Jadi tujuannya adalah untuk membantu
anak dalam mencapai kebutuhannya ( baik sekarang maupun yang akan datang nanti
) sesuai dengan kondisi lingkungan ekologi,ekonomi-sosial, dan
kebutuhan-kebutuhan sebagai akibatdari perkembangan ilmu pengetahuan teknologi
dan seni. Maka tetap harus ditemukan rumusan tujuan dari pendidikan sains
terhadap anak, sehingga menjadi jelas arahnya.
Tujuan mendasar dari pendidikan sains
adalah untuk dapat mengembangkan individu agar dapat melek terhadap ruang
lingkup sains itu sendiri serta mampu menggunakan aspek-aspek fundamentalnya
dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Jadi harus fokus terhadap pada
program pengembangan pembelajaran sains hendaklah ditujukan untuk memupuk
pemahaman, minat dan penghargaan anak didik terhadap dunia di mana mereka
hidup.
2.3 Pentingnya Pembelajaran Sains Untuk
Anak Usia Dini
Menurut Liek Wilarjo (1988) dikutip
dalam Ali Nugraha ( 2008 : 24 ) focus dan tekanan pendidikan sains terletak
pada bagaimana kita membiarkan diri ( dalam hal ini diartikan sebagai diri anak
) dididik oleh alam ( perantaranya bisa guru atau orang dewasa ), agar kita
menjadi manusia yang lebih baik. Menyediakan diri kita dibesarkan oleh alam ini
untuk menjadi jujur dan tak berprasangka.
Menurut Leeper (1994) dikutip dalam Ali
Nugraha ( 2008 : 25 ) ada empat hal dalam pentingnya pembelajaran sains untuk
anak usia dini yaitu antara lain :
1. Pentingnya
pembelajaran sains pada anak usia dinj ditujukan agar anak-anak memiliki
kemampuan memecahkan masalah yang dihadapinya melalui beberapa metode sains,
sehingga terampil dan dapat menyelesaikan masalah.
2. Pentingnya
pembelajaran sains untuk anak usia dini adalah anak dapat mendasar, misalkan;
tidak cepat-cepat dalam mengambil keputusan, dapat dilihat dari segala sudut
pandang, berhati-hati terhadap informasi-informasi yang diterimanya serta
bersifat terbuak.
3. Pentingnya
pembelajaran sains untuk anak usia dini adalah segala informasi yang diperoleh
anak berdasarkan standar keilmuan yang semestinya, karena informasi yang
disajikan merupakan hasil temuan dan rumusan yang obyektif serta sesuai
kaidah-kaidah ilmiah.
4. Pentingnya
pembelajaran sains untuk anak usia dini adalah untuk menghayati sains yang
berada dan ditemukan di lingkungan dan alam sekitarnya.
Kegiatan pembelajaran sains di
pendidikan anak usia dini dirancang untuk membentuk perilaku dan mengembangkan
kemampuan dasar yang ada dalam diri anak usia dini, dalam pelaksanaan
pembelajaran sains yang dapat mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa,
sosial-emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan
nilai-nilai agama dapat tercapai secara terpadu dan optimal.
Menurut Suyanto ( 2005 : 158 ),
pengenalan sains untuk anak usia dini dilakukan untuk mengembangkan kemampuan
sebagai berikut :
a. Eksplorasi
dan investigasi, kegiatan untuk mengamati dan menyelidiki objek dan fenomena
alam.
b. Mengembangkan
keterampilan proses sains dasar, seperti melakukan pengamatan, mengukur,
mengkomunikasikanhasil pengamatan, dan sebagainya.
c. Mengembangkan
rasa ingin tahu, rasa senang, dan mau melakukan kegiatan.
d. Memahami
pengetahuan tentang berbagai benda, baik ciri, struktur, maupun fungsinya.
Bermain sambil belajar adalah kegiatan
yang dilakukan dengan atau tanpa menggunakan alat yang menghasilkan informasi,
memberi kesenangan, maupun mengembangkan imajinasi anak dan menyebabkan
terjadinya perubahan perilku yang terjadi akibat interaksi antara individu
dengan lingkungannya. Sains mengkaji fenomena alam yang terjadi dalam kehidupan
sehari-hari. Mengenalkan sains kepada anak dapat dilakukan dengan mengamati dan
menyelidiki fenomena di lingkungan sekitar. Anak juga dapat diajak belajar
sains melalui permainan dengan berbagai macam benda, misalnya air, kertas,
tanah liat, daun-daunan, dan pohon sekitar sekolah dan sebagainya yg aman bagi
anak.
Jadi pada tahap perkembangan anak usia
dini pentingnya pembelajaran sains untuk anak usia dini memfokuskan anak agar
anak dapat memecahkan permasalahan dalam sains maupun di dalam kehidupan
sehari-hari, anak dapat dilatih untuk gigih dan tekun dalam menghadapi berbagai
kesulitan, dapat meningkatkan dan mendewasakan pertimbangan dalam menempuh
jalan kehidupan.
Sains dapat memabntu anak memahami
tentang konsep sains dan kaeterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari,
meletakkan aspek-aspek yang terkait dengan keterampilan sains, gagasan tentang
alam sekitar, dan menumbuhkan minat untuk mengenal dan memepelajari benda-benda
serta kejadian di luar lingkungannya. Oleh karena itu tujuan dari pendidikan
sains hendaklah diarahkan pada penguasaan konsep dan dimensi-dimensinya,
sehingga terbangun dari kesadaran akan kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta alam
itu sendiri, yang ciptaannya kita pelajari selama ini.
2.4
Pengajaran
Sains Dapat Dikembangkan Melalui Sains Sebagai Proses, Sains Sebagai Produk,
Sains Sebagai Sikap
1.
Sains sebagai proses
( Neuman, 1978 : 4 ) dikutip dalam
Mohammad Syarif Sumantri ( 2015 : 81 ) sains sebagai proses yang mencakup
menelusuri, mengamati, dan melakukan percobaan, sangatlah penting agar di
pendidikan anak usia dini dapat berpartisipasi ke dalam proses ilmiah, karena
keterampilan yang merela dapatkan dapat di bawa ke perkembangan lainnya dan
bermanfaat selama hidupnya.
Pengembangan sains sebagai proses yang
tujuannya mengarahkan pada penguasaan keterampilan-keterampilan yang diperlukan
dalam menggali dan mengenal sains, agar anak dapat menguasai cara-cara kerja
yang ditempuh dalam menyikapi alam dan menyelesaikan masalah yang terkait
dengannya. Dalam Ali Nugraha ( 2008 : 28 ).
Orang dapat dikatakan menguasai sains
apabila cara kerja dia dalam mengenal, menggali dan mengungkap segala sesuatu
yang terkait dengan alam ini serta segala permasalahannya yang mengikuti proses
ilmiah dengan kata lain mengungkap metode ilmiah ( scientific method ). Contohnya adalah anak dapat diperkenalkan
secara bertahap tentang prosedur dan teknik yang benar dalam mengenal alam dan
fenomenanya secara sederhana seperti proses mengamati, menggolongkan, mengukur,
menguraikan, menjelaskan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan penting tentang
alam, merumuskan problem, merumuskan hipotesis, merancang penyelidikan termasuk
eksperimen-eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data-data.
Untuk itu kita sebagai pendidik bidang
sains perlu memperkenalkan sains sejak awal agar anak mampu memahami dan
terampil dalam melakukan proses sains secara benar. Untuk itu kita sebagai
pendidik harus mengetahui standar-standar keterampilan sains yang benar, serta
mengetahui keterampilan-keterampilan sains mana yang tepat dan sesuai dilatih
dan dikuasai anak sebagai bekal bagi kehidupannya kelak, minimal bekal untuk
melanjutkan studi ke tingkat sekolah dasar.
Berikut ini
adalah tujuan dan target pengembangan pembelajaran sains pada anak usia dini
yang dapat dikembangkan dalam setiap bidang serta pribadi yang terbentuk :
·
Pengusaan keterampilan yang diperlukan
untuk menggali dan menemukan sains.
·
Menguasai prosedur kerja menyikap
alam/lingkungan dengan mengikuti proses ilmiah.
·
Menguasai cara-cara dalam menyelesaikan
masalah yang terkait dengan penggalian dan pengembangan pembelajaran sains.
·
Terampil dalam proses mengamati,
menggolongkan dan mengukur.
·
Memiliki sikap ilmiah dan menggunakan
pendekatannya dalam menyelesaikan masalah hidup yang dihadapinya.
2.
Sains
sebagai produk
Menurut
( Carin dan Sund, 1989; Sinardi 1998 ) dikutip dari Ali Nugraha ( 2005 : 6 )
sains sebagai suatu produk terdiri dari fakta konsep prinsip hukum dan teori. Fakta
adalah sesuatu yang telah atau sedang terjadi. Konsep adalah suatu ide yang
merupakan generalisasi dari berbagai peristiwa atau pengalaman khusus.
Sedangkan teori adalah komposisi yang dihasilkan dari pengembangan sejumlah
proposisi (pernyataan berarti) yang
dianggap memiliki hubungan yang sistematis.
Jadi
pengenalan sains sebagai produk adalah pengenalan sains yang diarahkan pada
pengenalan dan pengusaan fakta, konsep, prinsip, teori maupun aspek-aspek lain
yang terkait dengan hal-hal yang ditemukan dalam bidang sains itu sendiri.
Pengembangan pembelajaran sains difokuskan pada mengenali dan menguasai
kumpulan pengetahuan, yang terpenting adalah diarahkan pada kemampuan anak
untuk dapat menjelaskan yang diketahuinya secara memadai kepada orang lain.
Berikut ini
adalah tujuan dan dan target pengembangan pembelajaran sains pada anak usia
dini yang dapat dikembangkan dalam setiap bidang serta pribadi yang terbentuk :
·
Penguasaan fakta dan konsep, prinsip dan
teori, yang memiliki pbekal kemampuan dasar.
·
Penguasaan segala sesuatu yang ditemukan
dalam bidang sains.
·
Kemampuan yang menjelaskan segala sesuatu
yang diketahui secara memadai.
·
Kemampuan menjelaskan cara-cara
menguasai produk sains tersebut.
3.
Sains
untuk sikap
Pengajaran sains untuk sikap adalah
pengembangan pembelajaran sains untuk anak usia dini secara bertahap diarahkan
pada suatu pembentukan pribadi atau karakter, sehingga anak sebagai sasaran dan
yang akan menjadi output serta outcame pendidikan dan pembelajaran
sains sejak dini telah ditanamkan benih-benih sikap yang sesuai tuntunan dan
kriteria sebagai seorang dalam memahami sains. Dalam Ali Nugraha ( 2008 : 29 ).
Berikut ini
adalah tujuan dan dan target pengembangan pembelajaran sains pada anak usia
dini yang dapat dikembangkan dalam setiap bidang serta pribadi yang terbentuk :
·
Pembentukan pribadi ( character
building ) yang merupakan cerminan dari sikap.
·
Sejumlah sikap yang harus dikembangkan
diantaranya : sikap jujur, sikap kritis, sikap kreatif, positif terhadap
kegagalan, sikap rendah hati, tidak mudah putus asa, keterbukaan untuk dikritik
dan diuji, sikap menghargai dan menerima masukan, berpedoman pada fakta dan
data, hasrat ingin tahu tinggi, dan sebagainya.
·
Memiliki tingkat kreativitas.
·
Tumbuh dan berkembang minat untuk studi
lanjut pada bidang sains khususnya dan
bidang lainnya.
2.5 Acuan
Dalam Pembelajaran Sains
Program pengembangan pembelajaran sains pada anak usia dini yang kita
lakukan keberhasilan, apabila sebaliknya semakin sedikit kemampuan dan sikap
anak melekat pada setiap anak, maka
dapat dikatakan program pengembangan pembelajaran sains pada anak usia dini
yang dikembangkan belum mencapai
keberhasilan. Tingginya kemampuan dan sikap sains yang dimiliki anak
mencerminkan akan semakin terampilnya anak dalam mengenali obyek sains,
berpikir logis dan mengikuti prosesdur kerja sesuai standar kerja ilmiah.
Dalam Ali
Nugraha ( 2008 : 32 ) dengan tercapainya tujuan-tujuan dari pengembangan
pembelajaran sains berdasarkan dari berbagai subtansi anatar lain :
·
Memiliki bekal kemampuan dasar sains.
·
Memiliki keterampilan-keterampilan dalam
memperoleh dan mengembangkan sains.
·
Mempunyai sikap imiah dan menggunakan
pendekatannya.
·
Memiliki kesadaran akan keteraturan alam
dan segala keindahan yang ada disekitarnya.
·
Memiliki tingkat kreativitas dan
inovasi.
·
Tumbuhnya minat dalam diri anak.
1. Acuan
dalam pengembangan sains adalah relevan dalam pengembangan tujuan dan kurikulum
sekolah, artinya dapat tercapainya suatu aspek pada anak dan dapat terwujudnya
tujuan sekolah secara umum. Acuan dalam pembelajaran sains terhadap pembentukan
kehidupan anak sebagai insan sekolah maupuninsan pribadi menjadi lebih
meningkat baik secara kualitas maupun kuantitas.
2. Acuan
dalam pengembangan sains menjadikan anak berada pada suatu pembentukan karakter
yang lebih manusiawi dan dihargai sebagai individu yang harus berkembang
didunianya dan lingkungannya. Dimana sains memiliki sifat empiris, obyektif,
logis dan ilmiah akan memberi acuan yang sangat berharga bagi anak untuk dapat
menjadi pribadi yang memilki rasional dan dapat mengendalikan dirinya.
3. Mengacu
pada perkembangan teori perkembangan kognitif, yang terpenting adalah bukan
anak menyerap sebanyak-banyaknya pengetahuan, tetapi adalah bagaimana anak
dapat mengingat dan mengendapkan yang diperolehnya, serta bagaimana ia
menggunakan konsep dan prinsip sains.
4. Acuan
dalam pengembangan sains disesuaikan dengan tuntunan perilaku yang terjadi
secara nyata dalam kehidupan anak, sesuai dengan karakteristiknya banyak
memberikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan ekspresinya.
5. Acuan
dalam pengembangan pembelajaran sains untuk anak usia dini dikembangkan dengan
baik atau kondusif akan memberikan acuan belajar yang tinggi bagi mereka yang
melaksanakannya.
BAB
III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
llmu adalah pengetahuan yang dibuatkan sistematiknya,
ilmu pengetahuan mempunyai emapat ciri yaitu : objektif, metodologis,
sistematis, universal. Sains (inggris: scinece) berasal
dari kata latin “scientia” yang berarti (1) pengetahuan tentang, atau tahu
tentang; (2) pengetahuan, pengertian, faham yang benar dan mendalam. Ilmu
merujuk ke: (1) studi sistematis (systematical study), (2) tubuh pengetahuan
yang terorganisasi (the organized body of
knowledge), dan (3) pengetahuan teoritis (theoretical knowledge). Dikutip
dalam ( Wonorohardjo Surjani : 11 ).
Tujuan
mendasar dari pendidikan sains adalah untuk dapat mengembangkan individu agar
dapat melek terhadap ruang lingkup sains itu sendiri serta mampu menggunakan
aspek-aspek fundamentalnya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.
1. Pentingnya
pembelajaran sains pada anak usia dinj ditujukan agar anak-anak memiliki
kemampuan memecahkan masalah yang dihadapinya melalui beberapa metode sains,
sehingga terampil dan dapat menyelesaikan masalah.
2. Pentingnya
pembelajaran sains untuk anak usia dini adalah anak dapat mendasar, misalkan;
tidak cepat-cepat dalam mengambil keputusan, dapat dilihat dari segala sudut
pandang, berhati-hati terhadap informasi-informasi yang diterimanya serta
bersifat terbuak.
3. Pentingnya
pembelajaran sains untuk anak usia dini adalah segala informasi yang diperoleh
anak berdasarkan standar keilmuan yang semestinya, karena informasi yang
disajikan merupakan hasil temuan dan rumusan yang obyektif serta sesuai
kaidah-kaidah ilmiah.
4. Pentingnya
pembelajaran sains untuk anak usia dini adalah untuk menghayati sains yang
berada dan ditemukan di lingkungan dan alam sekitarnya.
3.2 Saran
Maka diharapkan kepada kita sebagai pendidik
maupun orangtua semua baik yang tua maupun yang muda agar dapat mewujudkan dapat
mengetahui tentang pembelajaran sains untuk anak usia dini dengan mengenalkan
dasar-dasar dan konsep sains untuk anak usia dini.
DAFTAR PUSTAKA
Wonorahardjo
Surjani. 2011. Dasar Dasar SAINS.
Indeks : Jakarta
Nugraha Ali.
2008. Pengembangan Pembelajaran Sains
Pada Anak Usia Dini. JILSI Foundation : Bandung
Nugraha Ali.
2005. Pembelajaran Sains Anak Usia Dini.
JILSI Foundation : Bandung
Yulianti Dwi.
2010. Belajar Sambil Bermain Sains di
Taman Kanak-Kanak. Indeks : Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar